Langsung ke konten utama

Grup Saham Tidak Menjamin Anda Profit

Saat ini ada banyak perkembangan media belajar saham. Salah satu media belajar saham yang sekarang sering dicari trader adalah grup saham premium. Baca juga: Media untuk Belajar Saham.

Karena saya sering mendapat pertanyaan dari rekan-rekan: "Pak Heze, grup saham apa rekomendasinya paling akurat?"

Saya pribadi juga sering juga sering dapat request untuk membuat grup saham, maka saya meluangkan waktu untuk menulis pos ini. 

Penulis sendiri dulu sudah pernah beberapa kali mencoba bergabung di grup2 premium saham. Kalau anda yang belum pernah bergabung, disini saya bisa memberikan sedikit gambaran tentang grup saham premium. 

Grup saham premium berarti anda harus membayar sejumlah biaya yang sudah ditetapkan, kemudian anda baru bisa join di grup dan bisa mendapatkan rekomendasi saham yang diberikan. Jadi anda akan dapat update saham2 yang bisa anda beli untuk trading termasuk beberapa ulasan teknikalnya. 

Di grup, biasanya para trader juga bisa berdiskusi tentang saham (selama jam trading). Semakin ramai dan aktif anggota grup saham, maka grup tersebut akan semakin menarik. Itulah sekilas tentang grup saham premium yang pernah saya join. 

Di pasar saham sendiri, banyak trader pemula yang masih belum mengerti bagaimana cara memilih saham. Oleh karena itu, para trader mencoba mencari profit di pasar saham dengan cara bergabung di grup premium, karena trader berharap bisa mendapatkan profit yang lebih besar setelah mengikuti rekomendasi saham premium. 

Tidak ada salahnya anda bergabung di grup saham premium, namun berdasarkan pengalaman saya, grup saham yang dikemas sebagus apapun itu, sama sekali tidak bisa menjamin anda untuk bisa mendapatkan profit. 

Ah masa sih? Protes anda 

Dalam trading, yang paling penting untuk anda lakukan adalah: CIPTAKAN GAYA TRADING ANDA SENDIRI. Gaya trading bukan dibentuk dari apa yang di share di grup saham. Gaya trading anda ciptakan dari PENGALAMAN, RISET, PRAKTIK yang totally anda lakukan sendiri. 

Rekomendasi saham di grup berbayar belum tentu sesuai dengan style trading anda. Banyak juga trader yang akhirnya tidak tahu dan hanya langsung membeli saham dari menu rekomendasi berbayar yang sudah disajikan, di mana rekomendasi berbayar tersebut juga belum tentu 100% akurat. 

Tidak sedikit trader yang akhirnya menunggu respon dari para "master" di grup saham, untuk langkah selanjutnya (apakah harus cut loss, take profit dan sebagainya). Dan tidak selalu respon tersebut anda dapatkan dengan cepat. 

Ujung2nya, anda tetap tidak akan tahu kenapa anda membeli saham. Hal ini beda kalau anda trading saham berdasarkan analisis anda sendiri, anda screening sendiri, riset sendiri dan praktik langsung. Baca juga: Langkah-langkah Belajar Saham Otodidak. 

Sayangnya banyak trader yang bergabung di grup saham dengan tujuan mendapatkan profit yang besar. Inilah yang salah. 

Tujuan anda trading harusnya supaya anda bisa menciptakan gaya trading yang sesuai dengan karakter pribadi. Gaya trading pribadi bisa tercipta apabila anda mencoba untuk menganalisa sendiri, dan praktik trading. 

Nah kalau anda bisa menciptakan gaya trading yang cocok dan nyaman untuk anda, anda pasti akan mendapatkan profit. 

Itulah yang menjadi alasan mengapa di Saham Gain ini, saya jauh lebih suka memberikan materi2 belajar saham yang sifatnya praktik langsung, yang bisa anda pelajari dan kembangkan sendiri sesuai style anda, bukan materi yang sifatnya rekomendasi yang sifatnya mendikte anda (dalam tingkat yang lebih buruk, bisa menyebabkan trader menjadi tergantung pada rekomendasi). 

Saya lebih suka memberikan materi2 praktik dalam bentuk ebook. Anda bisa baca disini: Buku Pilihan Trader Saham Terbaik. Materi-materi yang bisa anda kembangkan sendiri jauh lebih baik ketimbang anda mengandalkan grup yang belum tentu sesuai dengan karakter trading anda. 

Materi2 yang saya buat tujuannya adalah supaya anda bisa memilih saham anda sendiri, dengan demikian anda sudah mengantongi bekal untuk mendapatkan profit yang anda dapatkan dari pengalaman anda sendiri. 

Jadi kesimpulannyaaaa....

Grup saham sebenarnya sifatnya hanya untuk pelengkap. Sebagai pelengkap untuk menambah pengetahuan anda tentang saham, menambah daftar saham pilihan untuk anda analisa lebih lanjut. 

Tetapi.... 


Jangan menjadikan grup saham untuk mendapatkan profit besar. Jangan bergantung pada grup saham kalau anda ingin profit dan sukses di pasar saham. Kesuksesan anda, ditentukan oleh kemauan dan USAHA yang anda lakukan. Sebagus apapun grup saham, tidak ada grup saham yang bisa menjamin profit untuk membernya. 

Ini juga menjawab pertanyaan rekan2 trader kenapa saya belum bikin grup saham, karena saya lebih suka memberikan praktik yang bisa anda kembangkan, yang bisa membuat anda lebih mandiri dan PROFIT KONSISTEN dalam trading. Baca juga: Belajar Saham Pemula - Expert. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mencari Nilai Dividen di Laporan Keuangan

Dividen adalah salah satu return yang ingin dicapai oleh trader maupun investor. Terkait pembayaran dividen ini, banyak rekan2 yang bertanya pada saya: "Pak Heze, gimana cara mencari nilai dividen perusahaan di laporan keuangan? Apakah bisa kita melihatnya melalui laporan keuangannya ?"  Tentu saja bisa. Anda yang ingin melihat nilai dividen yang dibayarkan perusahaan, pertama-tama anda perlu mengunduh laporan keuangan perusahaan yang anda cari melalui situs IDX. Baca langkah-langkahnya disini: Cara Mendapatkan Laporan Keuangan Perusahaan.  Setelah anda download laporan keuangan yang anda cari, anda buka file PDF-nya. Katakanlah kita mau mencari nilai dividen pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Maka kita download laporan keuangannya. Untuk mempermudah contohnya, anda bisa buka file PDF laporan keuangan TLKM disini: Contoh Laporan Keuangan TLKM.  Untuk mencari nilai dividen, langkah2nya sebagai berikut:  1. Buka laporan ekuitas (kalau pada contoh TLKM, ada d...

Pengertian Obligasi, Jenis-jenis Obligasi dan Karakteristik Obligasi

Salah satu instrumen investasi di pasar modal adalah obligasi. Secara sederhana, obligasi adalah surat utang. Jadi obligasi itu ibarat perusahaan / pemerintah meminjam uang kepada masyarakat. Perusahaan / pemerintah akan menerbitkan obligasi agar dibeli oleh masyarakat, dan kemudian perusahaan / pemerintah akan mengembalikan uang tersebut beserta kuponnya. Uang dari obligasi digunakan untuk membayar utang negara, ekspansi usaha, pembiayaan APBN dan lain2. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu, di mana penerbit obligasi harus mengembalikan nominal pokok pada saat jatuh tempo. Selain membayar pokok, penerbit obligasi wajib melakukan pembayaran bunga (kupon) secara berkala, dengan tingkat bunga dan perioda pembayaran yang ditentukan pada kontrak, biasanya bisa setiap 3 bulan sekali, atau 6 bulan sekali.  JENIS-JENIS OBLIGASI 1. Obligasi pemerintah (goverment bond) Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan negara. Di Am...

Daftar Indeks Sektoral Saham di Indonesia

Banyaknya jumlah saham di Indonesia tentunya juga dibagi-bagi kedalam berbagai jenis sektor saham oleh Bursa Efek Indonesia. Adanya indeks sektor saham yang sudah diklasifikasikan juga sangat berguna bagi anda untuk melakukan analisis sektor yang paling bagus dan sektor yang harga sahamnya turun paling dalam. Berikut adalah daftar indeks sektor saham di Indonesia:  1. ^JKSE = Composite Index / Indeks Harga Saham Gabungan  2. ^JKII = Jakarta Islamic Index 3. ^JKMBX = Indeks Papan Utama 4. ^JKDBX = Indeks Papan Pengembangan 5. ^JKTRAD = Indeks Perdagangan dan Jasa 6. ^JKCONS = Indeks Consumer Goods 7. ^JKMNFG = Indeks Manufaktur 8. ^JKPROP = Indeks Konstruksi, Properti dan Real Estate 9. ^JKMING = Indeks Pertambangan 10. ^JKFINA = Indeks Finance  11. ^JKINFA = Indeks Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi  12. ^JKBIND = Indeks Industri Dasar  13. ^JKMISC = Miscellanous Index  Itulah daftar indeks sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Kode singkatan diatas a...