Langsung ke konten utama

Cara Memanfaatkan Dividen Saham

Keuntungan trading / investasi saham yang anda dapatkan selain dari kenaikan harga saham itu sendiri adalah dividen tunai. Yup, jadi kalau anda membeli saham, di mana perusahaannya membagikan dividen, maka anda bisa mendapatkan keuntungan dari dividen tersebut, dengan catatan anda menyimpan sahamnya sampai tanggal cum date. 

Kalau anda belum tahu mengenai pembagian dividen anda bisa baca-baca lagi tulisan saya disini: Arti Ilustrasi Pembagian Dividen. Dibawah ini adalah contoh dividen HMSP yang pernah saya terima: 

Dividen saham
Nah, kalau anda sendiri mendapatkan duit dari dividen, duit tersebut akan anda pakai untuk apa? Reinvestasi? Withdraw untuk kebutuhan konsumtif? Anda pakai untuk liburan? Untuk jalan-jalan? Atau anda withdraw hanya sekedar untuk disimpan di ATM?

Jumlah / nominal dividen yang anda terima setiap orang tentu nggak sama, tergantung dari besar kecilnya modal yang anda miliki dan saham apa yang anda beli. Memang harus diakui bahwa untuk mendapatkan dividen yang jumbo, modal anda juga harus besar. 

Kalau modal anda "hanya" Rp5 juta misalnya, maka dividen yang anda terima kemungkinan besar sekitar puluhan ribu sampai ratusan ribu, itupun dengan catatan anda membeli saham2 yang bagi dividen besar seperti saham2 blue chip (BBRI, BBNI, TLKM dan sebagainya). 

Jika anda dapat dividen dari saham, anda bisa memanfaatkannya untuk hal-hal berikut: 

1. Investasikan lagi 

Dividen yang anda dapatkan bisa anda investasikan lagi buat beli saham. Ini dinamakan dengan strategi compounding. Singkatnya adalah strategi untuk membeli saham tanpa harus menambah modal. Modal dari dividen anda bisa anda gunakan untuk beli saham lagi. 

Jika anda dapat dividen dengan nominal yang kecil, misalnya "hanya" Rp50 ribu, maka ada baiknya anda gunakan modal tersebut untuk menambah modal anda di portofolio. 

2. Gunakan untuk kebutuhan / keinginan anda

Dividen bisa anda gunakan untuk membeli kebutuhan, keinginan anda atau buat liburan. Namun anda juga harus menganalisa apakah anda benar2 butuh uang dari dividen yang anda terima untuk anda pakai kebutuhan konsumtif. 

Kalau anda tidak terlalu membutuhkan pengeluaran2 tersebut, ada baiknya anda menginvestasikan kembali dividen anda.

Anda juga bisa menggunakan dividen yang anda terima untuk investasi di aset riil, atau bahkan investasi untuk mendirikan bisnis anda sendiri. Seperti dibawah ini contohnya: 


Itu adalah salah satu rekan trader / investor saham yang menceritakan pengalaman pribadi di Facebook Belajar Saham, di mana rekan trader tersebut dapat dividen dari saham INDY, dan dividen yang didapatkan diinvestasikan kembali untuk membeli tanah. 

3. Bagi dividen untuk investasi dan kebutuhan 

Anda bisa mamanajemen modal dari dividen yang anda terima, yaitu membagi dividen untuk investasi kembali dan dividen untuk kebutuhan anda. Anda bisa membagi misalnya 50% dividen yang anda terima anda investasikan lagi dan sisanya anda gunakan. 

Banyak trader yang sering saya temui mengatakan bahwa dividen itu nilainya kecil. "Ngapain ngincar dividen, nilainya kecil. Kalau mau dividen besar modal harus gede juga."  

Begitu komentar yang sering saya temui. Memang benar kalau anda ingin dapat dividen yang sangat besar, maka modal anda harus sangat besar juga. Hal ini juga sudah saya tuliskan di paragraf awal tadi, di mana dividen itu sebenarnya nilainya nggak terlalu besar, sehingga kalau modal anda cuma beberapa juta, dividen yang anda terima juga hanya puluhan ribu saja. 

Itupun dengan catatan anda beli saham2 blue chip yang mayoritas bagi dividend per share yang tinggi. Kalau beli saham2 diluar itu, rata2 mereka bagi dividen yang kecil.

Tapi untuk anda yang sekarang modalnya masih kecil, atau anda yang baru memulai trading saham dengan modal sedikit, anda nggak perlu berkecil hati.  

Soalnya penulis sendiri waktu pertama kali trading juga dapet dividen dengan nominal kecil. Tetapi seiring berjalannya waktu, terus menganalisa, memanajemen modal dengan benar, maka modal trading terus bertambah. Dan disinilah penulis akhirnya bisa merasakan dividen yang besar juga.

Dividen memang bukan merupakan kewajiban anda untuk mendapatkannya. Tapi berdasarkan pengalaman pribadi saya, dividen ini sangat berdampak besar dalam meningkatkan / menambah nilai aset di saham.

Dan tentunya kalau anda dapat dividen, anda harus memanfaatkannya dengan benar sesuai tujuan anda masing2. Cara memanfaatkan dividen yang anda dapatkan yaitu seperti cara-cara yang saya jelaskan diatas.      

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mencari Nilai Dividen di Laporan Keuangan

Dividen adalah salah satu return yang ingin dicapai oleh trader maupun investor. Terkait pembayaran dividen ini, banyak rekan2 yang bertanya pada saya: "Pak Heze, gimana cara mencari nilai dividen perusahaan di laporan keuangan? Apakah bisa kita melihatnya melalui laporan keuangannya ?"  Tentu saja bisa. Anda yang ingin melihat nilai dividen yang dibayarkan perusahaan, pertama-tama anda perlu mengunduh laporan keuangan perusahaan yang anda cari melalui situs IDX. Baca langkah-langkahnya disini: Cara Mendapatkan Laporan Keuangan Perusahaan.  Setelah anda download laporan keuangan yang anda cari, anda buka file PDF-nya. Katakanlah kita mau mencari nilai dividen pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Maka kita download laporan keuangannya. Untuk mempermudah contohnya, anda bisa buka file PDF laporan keuangan TLKM disini: Contoh Laporan Keuangan TLKM.  Untuk mencari nilai dividen, langkah2nya sebagai berikut:  1. Buka laporan ekuitas (kalau pada contoh TLKM, ada d...

Pengertian Obligasi, Jenis-jenis Obligasi dan Karakteristik Obligasi

Salah satu instrumen investasi di pasar modal adalah obligasi. Secara sederhana, obligasi adalah surat utang. Jadi obligasi itu ibarat perusahaan / pemerintah meminjam uang kepada masyarakat. Perusahaan / pemerintah akan menerbitkan obligasi agar dibeli oleh masyarakat, dan kemudian perusahaan / pemerintah akan mengembalikan uang tersebut beserta kuponnya. Uang dari obligasi digunakan untuk membayar utang negara, ekspansi usaha, pembiayaan APBN dan lain2. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu, di mana penerbit obligasi harus mengembalikan nominal pokok pada saat jatuh tempo. Selain membayar pokok, penerbit obligasi wajib melakukan pembayaran bunga (kupon) secara berkala, dengan tingkat bunga dan perioda pembayaran yang ditentukan pada kontrak, biasanya bisa setiap 3 bulan sekali, atau 6 bulan sekali.  JENIS-JENIS OBLIGASI 1. Obligasi pemerintah (goverment bond) Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan negara. Di Am...

Daftar Indeks Sektoral Saham di Indonesia

Banyaknya jumlah saham di Indonesia tentunya juga dibagi-bagi kedalam berbagai jenis sektor saham oleh Bursa Efek Indonesia. Adanya indeks sektor saham yang sudah diklasifikasikan juga sangat berguna bagi anda untuk melakukan analisis sektor yang paling bagus dan sektor yang harga sahamnya turun paling dalam. Berikut adalah daftar indeks sektor saham di Indonesia:  1. ^JKSE = Composite Index / Indeks Harga Saham Gabungan  2. ^JKII = Jakarta Islamic Index 3. ^JKMBX = Indeks Papan Utama 4. ^JKDBX = Indeks Papan Pengembangan 5. ^JKTRAD = Indeks Perdagangan dan Jasa 6. ^JKCONS = Indeks Consumer Goods 7. ^JKMNFG = Indeks Manufaktur 8. ^JKPROP = Indeks Konstruksi, Properti dan Real Estate 9. ^JKMING = Indeks Pertambangan 10. ^JKFINA = Indeks Finance  11. ^JKINFA = Indeks Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi  12. ^JKBIND = Indeks Industri Dasar  13. ^JKMISC = Miscellanous Index  Itulah daftar indeks sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Kode singkatan diatas a...