Langsung ke konten utama

Cara Memilih Saham Blue Chip

Saham-saham blue chip adalah pilihan saham yang bisa anda tradingkan maupun investasikan. Anda bisa lihat contoh saham2 blue chip disini: Daftar Saham Blue Chip di Indonesia. 

Namun sekalipun saham blue chip memiliki predikat kinerja yang cemerlang, dan likuiditas sahamnya baik, anda tidak disarankan untuk membeli saham blue chip secara asal-asalan. 

Banyak rekan-rekan trader maupun investor yang justru nyangkut akibat membeli saham blue chip, karena strategi yang diterapkan tidak tepat. Apapun saham yang anda beli, anda harus melakukan analisa-analisa, dan memperhatikan momentum yang tepat agar profit anda lebih maksimal. 

Buat teman-teman yang ingin memilih saham-saham blue chip, maka anda harus menggunakan strategi berdasarkan tujuan / time frame anda: Apakah anda bertujuan trading jangka pendek atau investasi jangka panjang? 

MEMILIH SAHAM BLUE CHIP UNTUK TRADING 

Jika tujuan anda adalah untuk trading jangka pendek, maka gunakan analisis teknikal. Carilah saham-saham blue chip yang: Harganya sedang koreksi, sahamnya sedang diskon, punya potensi breakout dan punya peluang naik dalam jangka pendek. 

Semua itu bisa anda pelajari dalam analisa teknikal (melihat titik2 support-resisten dan kombinasi indikator). Pelajari juga: Analisis Teknikal untuk Profit Maksimal. 

Jadi untuk trading saham, tidak ada perbedaan analisis antara memilih saham blue chip dan saham2 non blue chip: Semua harus dilakukan menggunakan analisis teknikal, yaitu analisa teknikal yang umum seperti support-resisten, indikator, chart pattern.  

Di pos ini: 7 Analisis Teknikal untuk Trading Saham, saya juga sudah menjelaskan analisis2 teknikal apa saja yang perlu anda pelajari dan pahami agar bisa memilih saham2 yang layak trading.  

Intinya, jangan sampai anda membeli saham blue chip hanya karena sahamnya terkenal, produknya banyak ditemukan di pasar. 

Kalau tujuan anda trading, hendaknya anda lebih fokus ke analisis teknikal, dan jangan asal membeli saham tanpa mengetahui potensi chartnya. Sebab jika momentumnya tidak tepat, maka saham-saham blue chip pun bisa turun banyak. Tidak ada saham yang kebal koreksi. 

MEMILIH SAHAM BLUE CHIP UNTUK INVESTASI

Jika tujuan anda adalah untuk investasi jangka panjang, maka anda harus melakukan analisis fundamental, untuk mencari saham2 blue chip yang layak diinvestasikan. 

Anda bisa pelajari analisis fundamental full praktik disini: Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. Untuk investasi, anda bisa melakukan beberapa analisa saham blue chip berikut: 

1. Pilih saham blue chip yang stabil atau tidak sedang lesu sektornya 

Ingat bahwa hampir di setiap sektor usaha, pasti ada saham blue chipnya. Masalahnya seringkali kita memasuki masa-masa di mana ada sektor usaha tertentu yang sedang lesu. Jadi jangan sama ratakan saham blue chip adalah saham yang pasti naik di momen yang sama.

Misalnya, sektor pertambangan batu bara atau sektor perkebunan kelapa sawit (CPO) yang sektor usahnya cukup sering bergejolak, karena produk2nya berbasis komoditas. Kalau sektor usaha sedang lesu, justru saham2 blue chip di sektor tersebut yang akan terdampak paling besar. 

Saham PTBA
Sebagai contoh seperti saham blue chip tambang PTBA diatas, di mana PTBA turun cukup signifikan selama 1 tahun lebih dari harga tertinggi di 4.400 ke harga 2.200, karena saat itu sektor tambang sedang lesu. 

Jadi, untuk investasi saham, pilihlah saham2 blue chip yang sektor usahanya sedang tidak bergejolak. Pilihlah saham2 yang harganya cenderung lebih stabil (misalnya seperti saham2 blue chip consumer goods). 

Karena kalau anda asal membeli saham blue chip, dan sektornya kebetulan sedang lesu / jelek, nilai investasi anda justru akan turun dalam jangka panjang (walaupun pasti ada kemungkinan saham2 tersebut bisa balik naik lagi). 

2. Membeli blue chip secara bertahap

Dalam memilih saham blue chip, anda hendaknya membeli secara bertahap, perhatikan momentum, perhatikan apakah sektor tersebut sedang booming.

Jangan menghabiskan semua modal anda dengan membeli saham blue chip. Walaupun perusahaannya bagus, namun anda harus tetap memiliki manajemen modal yang baik. 

Manajemen modal seperti ini termasuk dalam salah satu strategi nabung saham. Tujuannya, supaya anda bisa mendapatkan saham di harga yang bagus. Anda bisa pelajari strategi2 manajemen modal nabung saham disini: Nabung Saham, Kok Tambah Rugi? 

3. Opsi: Mencari saham blue chip undervalue 

Opsi lainnya, pilihlah saham blue chip yang sedang undervalue. Nah, memilih saham blue chip justru menjadi tantangan tersendiri untuk anda, karena kita lebih jarang menemukan saham blue chip yang sedang undervalue. 

Rata2 saham blue chip secara valuasi (PER dan PBV), biasanya cenderung agak lebih tinggi dibandingkan perusahaan di sektor sejenisnya. Akan tetapi, tentu saja tetap ada momen-momen di mana saham blue chip harganya mulai undervalue. 

Misalnya, setelah IHSG koreksi tajam selama beberapa bulan, biasanya mulai banyak saham blue chip yang undervalue. Atau ketika suatu sektor saham sedang lesu dan harga sahamnya sudah turun cukup banyak (contoh di poin pertama), maka disitulah anda akan menemukan saham2 blue chip yang sedang undervalue, sehingga anda bisa mendapatkan multi bagger profit dari saham2 investasi anda.

Anda yang merupakan tipikal investor pencari saham2 berfundamental murah, anda bisa mencoba mengamati, menganalisa dan mengevaluasi rasio2 PER atau PBV saham2 blue chip dibandingkan satu sektornya. 

Apabila sudah ada saham2 blue chip pilihan anda yang undervalue, kondisi IHSG sudah mulai pulih, anda bisa membelinya secara bertahap (baca poin dua tentang membeli saham bertahap). 

Jadi untuk rekan-rekan bertanya: Gimana sih cara memilih saham blue chip? Maka jawabannya tergantung dari tujuan anda: Anda mau trading atau investasi?

Jika tujuan anda berbeda, maka analisa yang digunakan juga berbeda. Kalau anda salah menganalisa, maka meskipun anda membeli saham blue chip, anda bisa mengalami floating loss yang besar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mencari Nilai Dividen di Laporan Keuangan

Dividen adalah salah satu return yang ingin dicapai oleh trader maupun investor. Terkait pembayaran dividen ini, banyak rekan2 yang bertanya pada saya: "Pak Heze, gimana cara mencari nilai dividen perusahaan di laporan keuangan? Apakah bisa kita melihatnya melalui laporan keuangannya ?"  Tentu saja bisa. Anda yang ingin melihat nilai dividen yang dibayarkan perusahaan, pertama-tama anda perlu mengunduh laporan keuangan perusahaan yang anda cari melalui situs IDX. Baca langkah-langkahnya disini: Cara Mendapatkan Laporan Keuangan Perusahaan.  Setelah anda download laporan keuangan yang anda cari, anda buka file PDF-nya. Katakanlah kita mau mencari nilai dividen pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Maka kita download laporan keuangannya. Untuk mempermudah contohnya, anda bisa buka file PDF laporan keuangan TLKM disini: Contoh Laporan Keuangan TLKM.  Untuk mencari nilai dividen, langkah2nya sebagai berikut:  1. Buka laporan ekuitas (kalau pada contoh TLKM, ada d...

Pengertian Obligasi, Jenis-jenis Obligasi dan Karakteristik Obligasi

Salah satu instrumen investasi di pasar modal adalah obligasi. Secara sederhana, obligasi adalah surat utang. Jadi obligasi itu ibarat perusahaan / pemerintah meminjam uang kepada masyarakat. Perusahaan / pemerintah akan menerbitkan obligasi agar dibeli oleh masyarakat, dan kemudian perusahaan / pemerintah akan mengembalikan uang tersebut beserta kuponnya. Uang dari obligasi digunakan untuk membayar utang negara, ekspansi usaha, pembiayaan APBN dan lain2. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu, di mana penerbit obligasi harus mengembalikan nominal pokok pada saat jatuh tempo. Selain membayar pokok, penerbit obligasi wajib melakukan pembayaran bunga (kupon) secara berkala, dengan tingkat bunga dan perioda pembayaran yang ditentukan pada kontrak, biasanya bisa setiap 3 bulan sekali, atau 6 bulan sekali.  JENIS-JENIS OBLIGASI 1. Obligasi pemerintah (goverment bond) Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan negara. Di Am...

Daftar Indeks Sektoral Saham di Indonesia

Banyaknya jumlah saham di Indonesia tentunya juga dibagi-bagi kedalam berbagai jenis sektor saham oleh Bursa Efek Indonesia. Adanya indeks sektor saham yang sudah diklasifikasikan juga sangat berguna bagi anda untuk melakukan analisis sektor yang paling bagus dan sektor yang harga sahamnya turun paling dalam. Berikut adalah daftar indeks sektor saham di Indonesia:  1. ^JKSE = Composite Index / Indeks Harga Saham Gabungan  2. ^JKII = Jakarta Islamic Index 3. ^JKMBX = Indeks Papan Utama 4. ^JKDBX = Indeks Papan Pengembangan 5. ^JKTRAD = Indeks Perdagangan dan Jasa 6. ^JKCONS = Indeks Consumer Goods 7. ^JKMNFG = Indeks Manufaktur 8. ^JKPROP = Indeks Konstruksi, Properti dan Real Estate 9. ^JKMING = Indeks Pertambangan 10. ^JKFINA = Indeks Finance  11. ^JKINFA = Indeks Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi  12. ^JKBIND = Indeks Industri Dasar  13. ^JKMISC = Miscellanous Index  Itulah daftar indeks sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Kode singkatan diatas a...