Langsung ke konten utama

Cara Menyikapi Saham yang Turun

Turunnya harga saham bisa terjadi karena banyak hal. Mulai dari koreksi (penurunan) normal, sentimen negatif, kinerja perusahaan memburuk / turun dan lain2. Dan turunnya harga saham bisa terjadi secara drastis, atau hanya turun sedikit lalu naik lagi. 

Di saat harga saham turun, tidak sedikit trader tidak tahu apa yang harus dilakukan. Sehingga akhirnya trader salah mengambil keputusan trading. Oleh karena itu, walaupun anda menghadapi kondisi pasar saham yang sedang turun, anda harus bisa mengambil keputusan yang benar. 

Beberapa hal yang perlu anda pertimbangkan untuk dilakukan ketika anda menghadapi saham-saham yang sedang turun: 

1. Hindari panic selling

Panic selling alias menjual saham karena panik adalah salah satu hal yang sering sekali dilakukan trader ketika saham-saham sedang turun.

Turunnya harga saham secara drastis akan membuat pelaku pasar melakukan panic selling.. Namun anda tidak perlu ikut panik dan menjual saham. Ketika anda panik, anda tidak akan bisa berpikir dengan jernih, sehingga keputusan anda untuk ikut cut loss saat saham turun berpotensi merugikan anda sendiri. 

Padahal, bisa jadi harga saham hanya turun sebentar lalu naik lagi. Jadi cara terbaik untuk menyikapi saham yang turun, anda harus tetap tenang dan mengambil analisis lanjutan. Dengan cara inilah anda bisa memutuskan lebih jernih apakah anda akan: Cut loss, tetap hold atau menambah porsi saham. Baca poin2 selanjutnya.  

2. Analisis saham lanjutan 

Lanjutan dari poin pertama, kalau saham anda turun, jangan panic selling, namun anda harus melakukan analisis saham lanjutan. Beberapa hal yang perlu anda analisa saat saham-saham sedang turun adalah: 

- Analisa apa penyebab penurunan saham. Apakah saham turun karena sentimen negatif, koreksi normal atau fundamentalnya jatuh? Kalau saham turun karena memang harganya sudah naik tinggi (koreksi normal) atau sentimen negatif ada baiknya anda pertimbangkan dahulu, apakah anda perlu cut loss atau tidak. 

- Analisa saham yang anda beli. Setelah menganalisa penyebab penurunan saham, anda harus analisa saham apa yang anda beli. Kalau anda ingin trading, analisalah apakah secara teknikal saham2 tersebut punya potensi rebound atau lanjut. Kalau anda ingin investasi, analisalah apakah perusahaan tersebut fundamentalnya masih bagus. 

Dengan menganalisa lebih lanjut, anda bisa memutuskan apakah saham yang turun sebaiknya anda cut loss atau anda hold. 

Anda bisa pelajari dan terapkan strategi2 analisis teknikal dan analisis saham untuk investasi disini: Buku Saham Analisis Teknikal & Ebook Analisis Fundamental Saham Pemula - Expert. 

3. Cut loss 

Melanjutkan poin kedua, jika suatu saham turun karena fundamental perusahaan berubah (untuk investor saham), atau anda beranggapan bahwa secara analisa teknikal saham tersebut ada potensi turun terus (jika anda trader), anda baru bisa pertimbangkan untuk cut loss saham tersebut. 

Anda juga bisa pertimbangkan untuk cut loss saham yang turun jika saham tersebut turun mencapai target cut loss anda.

4. Wait and see (hold) atau beli bertahap 

Sebaliknya, jika saham tersebut hanya koreksi normal, atau turun karena sentimen negatif sesaat, anda punya time frame trading yang agak panjang, dan jika saham-saham yang anda beli adalah saham2 yang bagus (mudah rebound setelah turun), maka anda bisa pertimbangkan untuk hold saham anda. 

Kalau anda memiliki modal dan ingin membeli lagi, anda bisa wait and see, tunggu momen rebound dan membeli saham anda secara bertahap di harga murah, sehingga harga rata-rata saham anda menjadi lebih rendah. 

Namun untuk memutuskan apakah anda akan averaging down ketika saham turun, ada baiknya anda averaging down di saham2 yang bagus, dalam arti saham2 yang memang mudah naik setelah turun, dan dalam averaging down saya sarankan untuk membeli bertahap (jangan averaging down dengan semua modal). 

Perhatikan juga kondisi market ketika anda memutuskan averaging down. Jika saham anda masih belum ada sinyal naik, market juga masih bearish terus, ada baiknya anda menahan diri untuk tidak terburu averaging down. Pelajari juga: Strategi Averaging Down Saham yang Benar. 

Jadi intinya, untuk menyikapi saham yang turun, pertama-tama anda harus tenang dan mengendalikan emosi & psikologis. Jangan terbawa panic selling yang dilakukan oleh market. 

Kalau anda bisa tenang, anda pasti bisa mengambil keputusan yang benar ketika saham turun. Jadi pada saat saham turun, bukan berarti anda harus langsung ikutan cut loss. Analisalah lebih lanjut: Kenapa saham turun, saham apa yang anda beli, bagaimana potensi saham tersebut kedepan. 

Dari situlah anda bisa memutuskan apakah anda akan langsung cut loss saat saham turun, atau tetap hold atau bahkan menambah porsi saham (averaging). 
Kita semua tidak bisa mengendalikan pasar saham. Yang bisa kita kendalikan adalah diri kita sendiri, yaitu cara menghadapi, menganalisa dan menyikapi pasar saham. 
Pada saat harga saham turun, terapkanlah cara-cara yang saya sharing diatas tadi, supaya anda bisa mengambil langkah2 trading yang bijaksana dan tepat. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cara Mencari Nilai Dividen di Laporan Keuangan

Dividen adalah salah satu return yang ingin dicapai oleh trader maupun investor. Terkait pembayaran dividen ini, banyak rekan2 yang bertanya pada saya: "Pak Heze, gimana cara mencari nilai dividen perusahaan di laporan keuangan? Apakah bisa kita melihatnya melalui laporan keuangannya ?"  Tentu saja bisa. Anda yang ingin melihat nilai dividen yang dibayarkan perusahaan, pertama-tama anda perlu mengunduh laporan keuangan perusahaan yang anda cari melalui situs IDX. Baca langkah-langkahnya disini: Cara Mendapatkan Laporan Keuangan Perusahaan.  Setelah anda download laporan keuangan yang anda cari, anda buka file PDF-nya. Katakanlah kita mau mencari nilai dividen pada PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Maka kita download laporan keuangannya. Untuk mempermudah contohnya, anda bisa buka file PDF laporan keuangan TLKM disini: Contoh Laporan Keuangan TLKM.  Untuk mencari nilai dividen, langkah2nya sebagai berikut:  1. Buka laporan ekuitas (kalau pada contoh TLKM, ada d...

Pengertian Obligasi, Jenis-jenis Obligasi dan Karakteristik Obligasi

Salah satu instrumen investasi di pasar modal adalah obligasi. Secara sederhana, obligasi adalah surat utang. Jadi obligasi itu ibarat perusahaan / pemerintah meminjam uang kepada masyarakat. Perusahaan / pemerintah akan menerbitkan obligasi agar dibeli oleh masyarakat, dan kemudian perusahaan / pemerintah akan mengembalikan uang tersebut beserta kuponnya. Uang dari obligasi digunakan untuk membayar utang negara, ekspansi usaha, pembiayaan APBN dan lain2. Obligasi memiliki jangka waktu tertentu, di mana penerbit obligasi harus mengembalikan nominal pokok pada saat jatuh tempo. Selain membayar pokok, penerbit obligasi wajib melakukan pembayaran bunga (kupon) secara berkala, dengan tingkat bunga dan perioda pembayaran yang ditentukan pada kontrak, biasanya bisa setiap 3 bulan sekali, atau 6 bulan sekali.  JENIS-JENIS OBLIGASI 1. Obligasi pemerintah (goverment bond) Obligasi pemerintah merupakan obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan negara. Di Am...

Daftar Indeks Sektoral Saham di Indonesia

Banyaknya jumlah saham di Indonesia tentunya juga dibagi-bagi kedalam berbagai jenis sektor saham oleh Bursa Efek Indonesia. Adanya indeks sektor saham yang sudah diklasifikasikan juga sangat berguna bagi anda untuk melakukan analisis sektor yang paling bagus dan sektor yang harga sahamnya turun paling dalam. Berikut adalah daftar indeks sektor saham di Indonesia:  1. ^JKSE = Composite Index / Indeks Harga Saham Gabungan  2. ^JKII = Jakarta Islamic Index 3. ^JKMBX = Indeks Papan Utama 4. ^JKDBX = Indeks Papan Pengembangan 5. ^JKTRAD = Indeks Perdagangan dan Jasa 6. ^JKCONS = Indeks Consumer Goods 7. ^JKMNFG = Indeks Manufaktur 8. ^JKPROP = Indeks Konstruksi, Properti dan Real Estate 9. ^JKMING = Indeks Pertambangan 10. ^JKFINA = Indeks Finance  11. ^JKINFA = Indeks Infrastruktur, Utilitas dan Transportasi  12. ^JKBIND = Indeks Industri Dasar  13. ^JKMISC = Miscellanous Index  Itulah daftar indeks sektor saham di Bursa Efek Indonesia. Kode singkatan diatas a...